• 22

    Jan

    KAMUFLASE CINTA DAN HUJAN

    Masih ingatkah kau Panji, berapa kali hujan turun kita berada di sini? Memandang bulir bulir air turun menyapa bumi. Dari kaca kafe di lantai tiga itu, kita menikmati ludah awan menyapa daun daun. Menyaksikan mereka menjentik mobil, motor, orang orang yang lari berduyun duyun. Dan kita Panji, seperti biasa kita menikmati sepotong sandwich. Sambil sesekali mereguk kopi. Dan aku dengan air jeruk hangat itu. Kita mengobrol kesana kemari. Sesekali cerita lucu mewarnai obrolan kita. Lalu kita tertawa tawa bahagia bersama. Berapa kali dalam satu bulan kita melakukan itu? Aku tak pernah menghitungnya. Yang kutahu, hampir tiap hari kita berada di kafe itu. Bahkan wajah wajah pelayannya sudah kita kenal dengan baik. Pastinya mereka sudah mengenal kita juga. Bahkan mungkin
-

Author

Follow Me