• 3

    Jul

    Peran Seorang ibu Dibalik Kesuksesan Anaknya

    Aku merenung. Pagi ini kuhabiskan segelas susu dengan tenang. Menikmati semangkuk kecil nasi goreng buatan sendiri sambil membaca artikel di komputer. Pelan anakku mendekati, meraih tanganku dan mengucapkan salam. Melihatnya memakai baju seragam, aku jadi teringat tulisan yang sedang aku buat. Tentang pendidikan di Indonesia. Aku pun jadi terbayang nilai-nilai sekolah anakku yang jadi acuan ujian. Tentang rankingnya yang hanya masuk sepuluh besar. Kembali bertanya-tanya seberapa besar peluangnya masuk jalur undangan, PMDK atau SNMPTN? Tidak ada kepastian jawaban. Walaupun aku meyakini...
  • 13

    Feb

    BURGER CINTA UNTUK BEN

    Ben adalah pria asal Perancis. Tetapi aku sering lupa kalau ia berasal dari sana. Kealpaaanku karena ia sangat fasih berbahasa Indonesia. Waktu ia datang pertama kalinya aku malah mengajaknya makan nasi. Ben menolak dengan halus. Padahal ia belum sarapan. Di rumah pun hanya disuguhi teh manis saja, Karena ia tidak makan goreng-gorengan. Konon ia menghindari kolesterol walau tidak secara ekstrim. Siangnya dia bercerita bahwa makanan pokoknya adalah roti. Pun di Jakarta. Sesekali spageti. Ia pun makan nasi padang, tapi seminggu sekali dan harus malam hari. Lalainya aku, sampai tidak tahu masalah itu. Jangan suruh aku makan nasi, apalagi pagi-pagi begini, aku tak biasa, tidak enak rasanya di perutku. Oh Tuhan, maafkan aku Ben, aku tidak tahu. Aku berjanji jika engkau datang k
  • 22

    Jan

    SELAMAT TINGGAL MASA LALU

    Hari ini, kulepas kau dari hatiku. Tepatnya mulai jam ini, menit ini, detik ini juga. Dan dari tempat ini, hati yang terdalam, kuikhlaskan semua bentuk cinta, harapan dan penantian terbang menuju awan. Biarlah mereka mengembara, mencari arahnya, kemana saja. Bahkan mendekatimu juga. Kemudian menepi di sana, biar menemukan titik nadirnya.Kukembalikan semua perasaanku padamu, duhai masa lalu. Satu alasan saja mengapa kulakukan ini. Aku tak mau dikategorikan sejenis mahluk bernama keledai. Konon ia mempunyai perangai dungu. Atau sebangsa unggas yang tiada pekerjaan lain kecuali memandang bulan. Atau sebuah bentuk kata ulang yang bernama kesia siaan. Atau sebuah kekhilafan tak berarti yang dalam istilah agama disebut mubazir. Kini semua itu tak akan ada dalam hidupku lagi. Berlalu
  • 22

    Jan

    APAKAH ANDA TERMASUK IBU YANG PENUH PERHATIAN?

    Tipe ibu seperti apakah Anda? Dengan menjawab secara jujur kuisioner ini, Anda akan mengetahui apakah Anda tipe ibu yang sangat perhatian, cukup perhatian atau tak peduli sama sekali terhadap perkembangan psikis anaknya. Yuk menjawab 10 pertanyaan berbentuk kuisioner di bawah ini untuk mengetahuinya. 1. Sepulang sekolah, anak Anda dengan bersemangat menceritakan bahwa ia tadi bisa menulis di papan tulis. Dan ternyata tulisannya bagus dan rapi sehingga ibu guru memujinya. Saat itu Anda tengah sibuk memasak. Apa yang akan Anda lakukan? a. Mengatakan bahwa anda sedang sibuk dan nanti jika sudah selesai baru akan mendengarkan ceritanya. b. Mengabaikannya dan menganggap hal itu tidaklah istimewa. c. Jika memungkinkan menghentikan dulu kegiatan Anda dan memperhatikan apa yang diceritakan anakn
  • 22

    Jan

    KAMUFLASE CINTA DAN HUJAN

    Masih ingatkah kau Panji, berapa kali hujan turun kita berada di sini? Memandang bulir bulir air turun menyapa bumi. Dari kaca kafe di lantai tiga itu, kita menikmati ludah awan menyapa daun daun. Menyaksikan mereka menjentik mobil, motor, orang orang yang lari berduyun duyun. Dan kita Panji, seperti biasa kita menikmati sepotong sandwich. Sambil sesekali mereguk kopi. Dan aku dengan air jeruk hangat itu. Kita mengobrol kesana kemari. Sesekali cerita lucu mewarnai obrolan kita. Lalu kita tertawa tawa bahagia bersama. Berapa kali dalam satu bulan kita melakukan itu? Aku tak pernah menghitungnya. Yang kutahu, hampir tiap hari kita berada di kafe itu. Bahkan wajah wajah pelayannya sudah kita kenal dengan baik. Pastinya mereka sudah mengenal kita juga. Bahkan mungkin
  • 22

    Jan

    JANGAN MENYERAH KARENA MASALAH

    Apapun profesi kita, entah itu seorang pengangguran, ibu rumah tangga, guru, pejabat pasti pernah tersandung suatu maslah di dalam hidupnya. Mengenai masalah, agama meninjaunya dari dua aspek. Masalah sebagai cobaan hidup dan masalah sebagai hukuman atas perbuatan kita. Tergantung kita melihatnya dari sisi mana. Tapi darimana pun kita melihatnya adalah bijaksana kalau kita menyikapi setiap masalah dengan baik. Banyak orang mengatakan kalau masalah itu batu ujian. Jika begitu, harusnya masalah itu mampu memompa energi kita untuk mau berpikir guna mencari solusi. Maka masalah akan menjadi hal positif yang bisa mengaktifkan kerja otak. Karena masalah itu adalah salah satu cara agar kita introspeksi dan belajar. Itulah mengapa masalah jangan dibiarkan sebab ia akan menjadi duri dalam daging.
  • 22

    Jan

    KIAT MEMANAJEMEN MASALAH

    Masalah adalah hal yang lumrah terjadi pada setiap orang. Tetapi banyak orang yang tertekan karenanya. Sebenarnya hal itu bisa dihindari asalkan kita tahu bagaimana menyikapinya. Jika kita pandai memanajemen masalah maka masalah tidak akan membuat kita menjadi stress. Juga kita tetap bisa menjalankan aktivitas hidup dengan normal. Berikut adalah kiat-kiat agar kita bias memanajemen masalah dengan baik, diantaranya: 1.Tulislah semua masalah Anda di buku harian. Ini berguna agar kita bisa melihat setiap permasalahan secara obyektif. Selang berapa lama bacalah kembali buku harian itu. Biasanya Anda akan bisa melihat permasalahan itu lebih jernih dibanding sebelumnya. Sebenarnya tidak mesti Anda menuliskan masalah itu di buku harian. Anda bisa menggunakan komputer Anda, handphone yang ada a
  • 22

    Jan
  • 20

    Jan

    BALADA REMBULAN DAN MENTARI

    Rembulan dan Mentari adalah dua kakak beradik yang saling menyayangi. Sejak bayi mereka dititipkan pada kakek dan neneknya. Adapun alasan mereka dititipkan berbeda. Mentari, kakaknya dititipkan karena sang ibu sakit melulu. Tetapi rembulan, dia dititipkan karena mempunyai wajah yang tidak seindah saudara-saudaranya. Tetapi mereka berdua sungguh beruntung. Kakek dan nenek mencintai mereka dengan tulus. Apa yang terjadi, mereka berdua menjadi orang yang tahu harga diri, mengerti esensi perjuangan dan tidak suka meminta, mengemis apalagi menjilat. Mereka tidak protes selama seumur hidup tidak merasakan biaya hidup dari orang tuanya. Bahkan nyaris tanpa sentuhan kasih sayang dari keduanya. Sepertinya gelar anak terbuang cocok ditujukan pada mereka. Atau lebih tepatnya mungkin anak yang dibu
  • 12

    Jul

    HAI ORANG TUA, KENDALIKANLAH MARAHMU

    Orang tua seringkali melakukan perbuatan yang tidak semestinya dilakukan ketika marah. Secara sadar ataupun tidak, perbuatan orang tua tersebut bisa menyakiti anak baik fisik maupun psikisnya. Dampaknya selain bisa dirasakan saat itu, juga akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak selanjutnya. Berikut beberapa perbuatan orang tua yang tidak bisa mengendalikan dirinya ketika marah: 1. Orang tua bersuara keras atau membentak bentak anak. Jika hal itu sering dilakukan, lama lama anak akan kebal terhadap suara yang keras. Hal itu juga bisa menghilangkan sifat kelemahlembutan anak. Sebagai manusia yang juga mempunyai harga diri, anak pasti tersinggung jika dibentak bentak atau dimarahi dengan suara yang keras. Anak akan merekam kesan buruk bagaimana orang tua memarahinya. Bahkan kegeraman da
- Next

Author

Follow Me